“if you born poor it's not your mistake, but if you
die poor it's your mistake “
-Bill Gates
Ketidakpastian
akan masa depan memang menjadi suatu bumerang untuk sebagian orang, ketika
pendidikan dijadikan sebagai investasi masa depan dan gelar dijadikan sebagai
patokan tinggi rendahnya structural social maka kehidupan akan terasa hambar
dan membosankan, daya kreativitas dan inovasi bersaing dengan tinggi rendahnya
gelar pendidikan. Dilahirkan sebagai seorang anak dari keluarga miskin memang
bukan sebuah kesalahan, namun jika dipenghujung umur diri ini tetap miskin, itu
merupakan sebuah kesalahan. Setiap bulan kugoreskan penaku pada sebuah lembaran
kosong dan kutancapkan lembaran penuh gores itu pada sebuah media intropeksi
diri, sempat kumerasa hal ini tak berguna dan merasa diri ini tak layak
menginjakan kaki pada anak tangga selanjutnya, namun kutetap lempar dadu dan
melangkah pada anak tangga sesuai dengan nilai dadu.
Era
pencarian jati diri menemukan ladang motivasi dan informasi yang dapat
menguatkan diri, mengenal ladang motivasi dengan nomenklatur “Glints” yang mungkin sedikit tak
familiar untuk awam, namun ladang itu memberikan suntikan invivo tersendiri
bagiku yang sedang terbelenggu oleh anak tangga itu. Tujuan ular tangga ini yaitu
ahli konservasi kelautan atau Insinyur Kelautan, oleh karenanya kuikuti anak
tangga dengan jurusan ilmu kelautan ini sebagai tonggak pertama kuselami dunia
konservasi, kumemiliki stigma bahwasannya segala pekerjaan ataupun kegiatan
eksploitasi akan berujung pada konservasi, dan pekerjaan yang baik adalah
pekerjaan yang dapat bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan juga alam.
Banyak
yang menasihatiku untuk bermain layaknya manusia-manusia sebaya namun diri ini
tak berkenan untuk membuang-buang nilai dadu kepada hal-hal yang sudah terlalu
biasa, hingga kupetakan akhir ular tangga ini pada sebuah kertas bekas bungkus
gorengan untuk sekedar mengingat ribuan anak tangga dengan ular-ular yang akan
menurunkan langkahku.
Ada
16 target utama yang dapat disederhanakan menjadi 10 target yang harus
dilaksanakan dalam kurun waktu 3 tahun ini, yaitu :
1.
Kursus Bahasa
Internasional/Improve TEOFL/IELTS, yang direncanakan selama liburan akhir
semester.
2.
Target IPK 3,5
sebagai persyaratan pendaftaran Magister baik dalam maupun luar negeri.
3.
Mengikuti organisasi
baik dalam maupun luar kampus.
4.
Mengikuti event-event
baik dalam maupun luar negeri.
5.
Membuat akun
youtube, Blog/Website, Instagram untuk monetisasi.
6.
Mengikuti PKM
untuk mencoba bisnis.
7.
Merancang
proposal bisnis.
8.
Mengikuti
pelatihan-pelatihan bidang kewirausahaan.
9.
Mencoba bekerja
paruh waktu.
10. Mencari refernsi pinjaman dana kuliah.
Untuk mengimprove
bahasa internasional kucoba dengan menggembleng diri membaca dan melatih bahasa
melalui berbagai media, salah satunya yaitu menonton film dan mendengarkan music
internasional, kemudian merencanakan kursus selama liburan untuk meningkatkan
bahasa internasional, kemudian untuk menargetkan IPK 3,5 kuusahakan
melaksanakan pendidikan sesuai dengan kewajibanku dan menghormati orangtua,
selanjutnya kuikut serta berbagai organisasi baik dalam maupun luar kampus
seperti, Dalam kampus : Himpunan, BEM Fakultas, BEM Universitas, Kelompok
studi, UKM, UKMF, dan luar kampus seperti : Purna Paskibraka Indonesia (PPI),
Paguyuban mahasiswa daerah, Paguyuban mojang jajaka (Duta Daerah), kemudian
kuikuti event nasional dan internasional seperti Juara 2 Indonesia Marine
Festival, LKTI, Lomba debat, program pengabdian internasional ke Kuala Lumpur,
dll, selanjutnya kumembuat channel youtube, blog untuk monetisasi adsense,
kujuga membuat proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan didanai
KEMENRISTEKDIKTI untuk mencoba bisnis mandiri, dan juga mengupload proposal
bisnis ke pihak-pihak terkait untuk bantuan dana bisnis, juga mengikuti
pelatihan-pelatihan/seminar/talkshow mengenai kewirausahaan seperti Pelatihan
kemampuan wirausaha muda Jawa Barat, Student preneur, marine preneurship,
seminar kewirausahaan, dll, dan terakhir kumencoba untuk kerja paruh waktu di
CV.Novita Tour and Travel, Hotel Krishna Beach, dll, Untuk mengantisipasi
hal-hal tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi maka kubrowsing
pinjaman-pinjaman dana kuliah baik melalui bank ataupun startup.
Dari anak-anak tangga
itu kudapat benang kesimpulan bahwasannya dari 16 target yang dipetakan kusudah
mencapai 80% dan 20% itu adalah Bahasa Internasional, dan Pinjaman yang sangat
kuhindari, dan itulah kekhawatiranku pada ular-ular yang dapat membawaku pada
anak tangga jauh dari target yang ditetapkan. Akhir kata terimakasih Glints
yang sudah memberikanku pandangan jauh kedepan, sehingga kudapat merencanakan
hal-hal yang ingin kucpai, terimakasih motivasi yang selalu dapat memberi energy
positif setiap harinya, terimakasih Glints.




