Kisah mengharukan seorang anak permpuan reality

Kisah mengharukan datang dari tetangga baru saya
jika anda ada yang berniat membantu silahkan, alamat :
Kampung bojong gebang RT 03 RW 06 desa wonoharjo, kecamatan pangandaran, Kabupaten pangandaran, ataupun contact saya , inilah kisahnya

"Perempuan hebat"
      Belum lama ini, ada satu keluarga baru yang datang tinggal, menetap di kampung saya, karena seorang laki laki dengan satu orang anak itu menikahi seorang perempuan yang bertempat tinggal didekat rumah saya beberapa bulan kebelakang, Laki laki itu bekerja menjadi seorang buruh dan istrinya pun seorang buruh, anaknya seorang perempuan yang saat ini sedang sekolah duduk di kelas 9 SLTP/sederajat, dulu anak dan ayahnya itu bertempat tinggal jauh dari yang sekarang,mereka tidak mempunyai keluarga siapa siapa dan sekarang mereka bertempat tinggal disini yang memastikan anak itu bersekolah dengan jarak yang sangat jauh, dulu ayahnya itu seorang buruh yang setiap hasil kerjanya itu dimanfaatkan satu kali langsung habis yang berpikiran bahwa besok akan ada lagi rezeki itu dan seterusnya, istri dari ayahnya itu seorang buruh yang tidak berpendidikan yang memiliki satu orang ayah yang sudah lansia, bebrapa bulan keluarga itu biasa saja menghadapi kehidupan sehari-harinya karena lumayan tercukupi untuk kebutuhan dasar, karena merasa tercukupi maka sang isteri memilih untuk tidak bekerja dan fokus pada rumah tangganya, hal itu disetujui oleh sang suami, suatu ketika saat anaknya sedang sekolah yang setiap hari mengayuh sepeda tuanya itu dan sang isteri sedang ada dirumah laki-laki (ayah dari anak itu) meninggal karena suatu sebab. maka gentarlah semua anggota keluarga tersebut.
      Sang anak yang sangat mencintai sang ayahnya itu sangat terpukul akan kejadian itu, dan sang isterinya juga merasakan kesedihan itu, yang mengakibatkan pada perekonomian keluarga yang berguncang, saat ini sang anak mencoba untuk tabah, dia yang saya amati setiap hari berangkat sekolah menggunakan sepeda tua yang sudah sangat berkarat, sendirian , dan saya tanya setiap hari dia tidak diberi sepeserpun uang jajan, jarak sekolah dari rumahnya ada sekitar 5 km, saya amati pula dia berseragam yang sangat sudah tak layak, dia mengatakan dia sangat sedih karena dia sudah tak punya apa apa lagi, harta satu satunya yaitu sang ayah telah tiada, memang dia mempunyai seorang ibu namun itu ibu tiri, tidak bekerja, dan baru menjadi ibunya selama 3 bulan, dia mencoba kuat dengan melakukan apapun yang penting halal, anak tersebut sangat rajin, buktinya setiap pagi dia melakukan hal apa saja yang menjadi pekerjaan ibunya itu, dan jika sepulang sekolah dia membantu apa saja yang dapat dia bantu termasuk kakeknya yang sudah renta.

cukup seperti itu kondisi yang dapat saya gambarkan melalui coretan-coretan tangan saya, semoga anda yang membacanya dapat membantu setidaknya mendoakannya,
Mari Kita bantu sesama :), membantu itu menyenangkan
                                               -INDAHNYA BERBAGI-

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »